Selasa, 16 Juni 2015

Berdasar penelitian beberapa
psikolog GENERASI BAHAGIA Itu,
generasi kelahiran
1970-1990an... Dan itu adalah
kami. Kami adalah generasi
terakhir yang masih bermain di
halaman rumah yg luas. Kami
berlari dan bersembunyi penuh
canda-tawa dan persahabatan.
Main Petak Umpet, Boy-boynan,
gobag sodor, Lompat tali, Masak-
masakan, sobyong, jamuran,
putri putri Melati tanpa
peringatan dari Bpk Ibu. Kami
bisa memanfaatkan gelang
karet, isi sawo, kulit jeruk, batre
bekas, sogok telik mjd
permainan yg mengasyikkan.Ka
mi yg tiap melihat pesawat
terbang langsung teriak minta
uang. Kami generasi yang
ngantri di wartel dari jam 5 pagi,
berkirim surat dan menanti
surat balasan dg penuh rasa
rindu. Tiap sore kami menunggu
cerita radio Brama Kumbara,
berkirim salam lewat penyiar
radio. Kamilah generasi yang SD
nya merasakan papan tulis
berwarna hitam, masih pakai
pensil dan rautan yang ada kaca
di salah satunya. Kamilah
generasi yg SMP dan SMA nya
masih pakai papan tulis hitam
dan kapur putih. Generasi yang
meja sekolahnya penuh dengan
coretan kejujuran kami melalui
tulisan Tipe-X putih, generasi
yang sering mencuri pandang
teman sekolah yang kita naksir,
kirim salam buat dia lewat
temannya dan menyelipkan
surat cinta di laci mejanya.
pacman emoticon Kami adalah
generasi yang merasakan awal
mula teknologi gadget
komunikasi seperti pager,
Komputer Pentium jangkrik 486
dan betapa canggihnya Pentium
1 66Mhz. Kami generasi yang
sangat bangga kalau memegang
Disket kapasitas 1.44Mb dan
paham sedikit perintah Dos
dengan mengetik copy, del, md,
dir/w/ p. Kami adalah generasi
yang memakai MIRC untuk
chatting dan Searching memakai
Yahoo. Generasi bahagia yang
pertama mengenal Nintendo,
Game wot yg blm berwarna.
Generasi kamilah yang merekam
lagu dari siaran radio ke pita
kaset tape, yang menulis lirik
dengan cara play-pause-rewind,
dan memanfaatkan pensil utk
menggulung pita kaset ya macet,
kirim kirim salam ama temen2
lewat siaran radio saling sindir
dan bla bla bla, generasi
penikmat awal Walkman dan
mengenal apa itu Laserdisc, VHS.
Kamilah generasi layar tancap
Misbar yang merupakan cikal
bakal bioskop Twenty One. Kami
tumbuh diantara para legenda
cinta spt kla Project, dewa 19,
padi, masih tak malu
menyanyikan lagu Sheila on7,
dan selalu tanpa sadar ikut
bersenandung ketika
mendengar lagu: mungkin aku
bukan pujangga, yg pandai
merangkai kata. Kami generasi
bersepatu Warior dan rela
nyeker berangkat sekolah tanpa
sepatu kalau sedang hujan. Cupu
tapi bukan Madesu. Kami adalah
generasi yang bebas, bebas
bermotor tanpa helm, yang
punya sepeda, sepedanya
disewain 200 rupiah /jam,bebas
dari sakit leher krn kebanyakan
melihat ponsel, bebas manjat
tembok stadion, bebas mandi
dikali disungai dll, bebas
manggil teman sekolah dengan
nama bapaknya. Bebas
bertanggung jawab. Sebagai
anak bangsa Indonesia, Kami
hafal Pancasila, Nyanyian
Indonesia Raya, maju tak gentar,
Teks proklamasi, Sumpah
Pemuda, Nama nama para
Menteri kabinet pembangunan
IV dan Dasadharma Pramuka
dan Nama nama seluruh
provinsi di Indonesia. Kini disaat
kalian sedang sibuk2nya belajar
dengan kurikulum mu yg
njelimet, kami asik2an mengatur
waktu untuk selalu bisa
ngumpul reunian dg generasi
kami. Betapa bahagianya
generasi kami maaf adik2...
kalian belajar yg keras ya untuk
mendapatkan kebahagian cara
kalian sendiri... Salam sayang
dari kami.